Ikhlas Beramal

PEMBELAJARAN TERPROGRAM

26/10/2011 00:24

Ditulis oleh : Harmaini S.Pd.I, M.Pd

Staf Mapenda Kab. Pesisir Selatan

BAB I

PENDAHULUAN

Perkembangan media pembelajaran terprogram di mulai pada tahun 1960-an, para ahli mulai memperhatikan siswa sebagai komponen utama dalam pembelajaran. Pada saat itu teori Behaviorisme BF. Skinner mulai mempengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran. Teori ini telah mendorong diciptakannya media yang dapat mengubah tingkah laku siswa sebagai hasil proses pembelajaran. Produk media pembelajaran yang terkenal sebagai hasil teori ini adalah diciptakannya teaching machine (mesin pengajaran) dan Programmed Instruction (pembelajaran terprogram). Pada tahun 1965-70, pendekatan sistem (system approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Pendekatan sistem ini mendorong digunakannya media sebagai bagian intregal dalam proses pembelajaran. Media, yang tidak lagi hanya dipandang sebagai alat bantu guru, melainkan telah diberi wewenang untuk membawa pesan belajar, hendaklah merupakan bagian integral dalam proses pembelajaran.

Dewasa ini komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan dan latihan. Komputer berperan sebagai manajer dalam proses pembelajaran yang di kenal dengan nama Computer Managed Instruction(CMI). Adapula komputer sebagai pembantu tambahan dalam belajar; pemanfaatanya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan atau keduanya. Modus ini di kenal sebagai Computer Assisted Instruction(CAI). CAI mendukung pembelajaran dan pelatihan akan tetapi ia bukanlah penyampai utama materi pelajaran. Komputer dapat menyajikan informasi dan tahapan pembelajaran lainya di sampaikan bukan dengan media komputer.

Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses instruksional sebagai berikut:

  1. Merencanakan mengatur dan mengorganisasikan,dan menjadwalkan pengajaran.
  2. Mengevaluasi siswa (tes)
  3. Mengumpulkan data mengenai siswa
  4. Melakukan analisis statistik mengenai data pembelajaran
  5. Membuat catatan perkembangan pembelajaran (kelompok atau perseorangan).

Format penyajian pesan dan informasi dalam CAI terdiri atas tutorial terprogram, tutorial intelejen, drill and practice dan simulasi. Dalam makalah ini penulis memfokuskan pembahasanya pada Pembelajaran terprogram atau Tutorial terprogram.


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian  Pembelajaran Terprogram atau Tutorial terprogram

Tutorial terprogram atau pembelajaran terprogram adalah perangkat tayangan baik statis maupun dinamis yang telah lebih dulu di programkan.

Pembelajaran yang terprogram merupakan salah satu dari beberapa metode pembelajaran yang disajikan oleh guru untuk mencapai suatu tujuan khusus dalam pembelajaran. Pembelajaran terprogram biasanya dapat diterima baik oleh guru maupun oleh siswa. Materi terprogram digunakan untuk menghasilkan peningkatan capaian individu siswa pada semua tingkatan kemampuan siswa baik yang berkemampuan tinggi, sedang maupun rendah.

 

  1. Ciri-ciri pembelajaran terprogram adalah :

Dalam pembelajaran terprogram mempunyai beberapa ciri, ciri-ciri tersebut antara lain adalah:

  • Pembelajaran terprogram melibatkan penyajian materi yang terkontrol dengan langkah-langkah pengurutan pelajaran yang direncanakan secara cermat.
  • Siswa secara aktif dapat berpartisipasi dengan merespon pelajaran secara terus- menerus.
  • Siswa dapat melihat apakah setiap responnya yang diberikannya betul atau salah.
  • Setiap siswa mengalami kemajuan dengan sendiri-sendiri.
  • Material yang dilibatkan terlebih dahulu dirancang agar dapat digunakan secara mandiri, walaupun para siswa bekerja dalam situasi kelompok.

Materi yang terprogram dirancang secara khusus untuk beberapa jenis pembelajaran dalam bentuk teks yang terprogram atau program-program khusus yang digunakan dalam mesin-mesin mengajar. Materi ini direncanakan dalam unit-unit yang disebut dengan kerangka-kerangka. Setiap kerangka menyediakan sejumlah kecil informasi bagi siswa. Informasi yang disajikan melalui serangkaian kerangka tadi berada dalam sebuah urutan logika yang memandu siswa dari apa yang telah diketahuinya kepada pengetahuan yang baru. Pada saat siswa yang sedang mempelajari materi yang terprogram, mereka diharuskan berpartisipasi melalui pemberian respon secara aktif pada setiap kerangka.

 

  1. Jenis-jenis materi yang terprogram

Berdasarkan dari bagaimana respon-respon seorang siswa, maka program dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok. Pertama program membangun respond dan kedua program dalam beberapa pilihan respon. Program yang pertama dibutuhkan oleh siswa oleh siswa untuk menuliskan jawaban dalam belangko kosong yang diberikan dalam sebuah lembaran kerja. Program yang kedua memberikan sejumlah respon dan siswa diharuskan untuk memilih respon yang benar. Ada 4 jenis materi yang terprogram yaitu : Linier, Cabang, Kombinasi dan Matetis.

  1. Program Linier

Pada program linier urutan kerangka untuk semua siswa. Informasi program diatur untuk setiap siswa yang diproses sejak item pertama sampai item terakhir. Setiap siswa harus menyelesaikan kolom jawaban dengan selembar kertas dan siswa selanjutnya mempelajari informasi yang diberikan dalam kerangka mempersiapkan sebuah respon. Respon ini selanjutnya dibandingkan dengan jawaban yang benar yang diberikan program. Siswa memproses kerangka selanjutnya dan mengikuti seluruh prosedur dalam program.

  1. Program Cabang

Apabila lebih dari satu urutan atau rangkaian kerangka yang menjadikan sebuah program percabangan maka ini dikenal sebagai instrinsik atau adaptif. Setiap siswa mengikuti urutan yang ditentukan oleh responnya masing-masing. Apabila siswa menyajikan dan merespon materi dengan benar maka ia dapat : 1. Disajikan informasi tambahan lain yang mendalam, 2. Diijinkan untuk melompati beberapa informasi, 3. Disajikan informasi yang terfokus pada topik berikutnya. Respon yang benar dapat menuntun siswa untuk terfokus pada informasi jawaban yang benar. Pada saat siswa belum merespon dengan benar biasanya dipersilahkan untuk kembali pada kerangka dasar dan membuat respon-respon lain.

  1. Program Kombinasi

Sebuah program sederhana mengkombinasikan ciri-ciri urutan program linier atau bercabang. Salah satu bagian dari program kombinasi dibuat berdasarkan urutan kerangka identik bagi semua siswa, sedangkan salah satu atau bagian program tambahan dibuat dari kerangka melalui pengurutan siswa yang ditentukan oleh respon siswa masing-masing.

  1. Program Matetik

Matetik merupakan sebuah jenis program yang relatif baru. Formatnya adalah ketika kerangka digunakan harus dapat menyerupai sebuah program percabangan. Latihan-latihan dilibatkan sedapat mungkin dapat dilampaui seluruhnya oleh siswa yang betul-betul pintar tetapi mungkin juga dilengkapi melalui kebutuhan informasi lebih lanjut. Corak utama dari jenis ini merupakan derajat dari tugas simulasi yang digunakan.

Para pendukung program jenis ini meyakini bahwa ketika beberapa simulasi digunakan maka transfer belajar telah terjadi. Beberapa program matetik biasanya diisi dengan diagram atau gambar dalam berbagai variasi langkah penyelesaian. Menurut konsep matetik respon aktif dibutuhkan siswa seperti menyelesaikan sebuah diagram secara lengkap yang merangsang capaian dari tugas yang dipelajari siswa.

 

  1. Perbandingan Program Linier vs Cabang

Apabila program tersedia pada waktu tepat maka dapat diklasifikasikan sebagai program linier atau cabang. Program linier secara khusus menggunakan teknik-teknik membangun respon. Ketika berbagai pilihan respon digunakan dalam program linier, maka tak ada penjelasan tentang jawaban yang salah yang diberikan, dan siswa tak dapat melangkahi isi yang telah diketahuinya atau memperbaiki urutan yang sering terjadi dalam program cabang.

Tahun 1926, S.L. Pressey mengembangkan sebuah alat untuk menyajikan beberapa pilihan jawaban dalam sebuah drum bundar. Alat ini menggunakan sebuah pilihan berganda dalam bentuk konsep program jenis linier. Siswa menekankan kunci jawaban pilihan berganda dan mengetahui apa yang benar. Alat ini disebut juga dengan mesin mengajar pertama. Informasi tidak disajikan bagi siswa. Tetapi alat ini dapat digunakan untuk menguji pembelajaran terprogram.

B.F. Skinner dari Univ. Harvard telah berjasa dalam mengembangkan program jenis linier untuk membangun respon. Ia percaya bahwa belajar akan lebih efektif ketika siswa menuliskan responnya dan dengan segera dikuatkan dengan sebuah respon yang benar. Program dari jenis ini menyajikan informasi dalam urutan dan dalam unit-unit kecil sehingga sebahagian besar siswa akan dapat merespon dengan benar. Persentasi kesalahan yang tinggi tidak diinginkan dan ketika ini terjadi, program membutuhkan sebuah revisi.

Pengembangan dari program cabang dilakukan oleh N.A. Crowder. Sebagai sebuah program, siswa mengembangkan urutan kerangka dengan respon masing-masing atas beberapa pilihan pertanyaan. Responnya menentukan urutannya melalui program.

Perbedaan pengembangan yang dilakukan oleh Skinner dan Crowder salah satunya didasarkan pada jenis respond dan urutan. Program jenis crowder menyajikan paragraph informasi pada setiap kerangka sedangkan program jenis Skinner memberikan sebuah kalimat atau dua kalimat pada setiap kerangka. Siswa menghabiskan banyak waktu untuk membuat respon dalam program jenis Skinner dan menghabiskan banyak waktu untuk membaca informasi dalam program jenis Crowder.

Beberapa perbedaan dalam teori juga terlihat nyata, pada program jenis Skinner didasarkan pada pendapat bahwa terjadi sebahagian besar afektif jika sebuah respon yang benar dan segera dikuatkan. Dalam program cabang, sebuah asumsi dasar dibuat bahwa siswa belajar dari sebuah keberhasilan dan kesalahan. Crowder meyakini bahwa belajar yang efektif akan tercapai jikala siswa membaca dan pemilihan beberapa pengujian merupakan sebuah konfirmasi belajar.

Melalui pengujian dan peninjauan ulang program, Skinner percaya seorang penulis program dapat membangun sebuah urutan kerangka yang baik. Crowder mendebat bahwa suatu hal yang tak memungkinkan untuk membangun sebuah urutan kerangka terbaik bagi seluruh siswa. Dalam program cabang, setiap siswa dapat menggunakan individual dan sub urutan cabang dari garis utama. Sebuah corak pada titik penting memandu untuk mengubah perbaikan materi.

 

  1. Metoda dalam Menyajikan Pembelajaran Terprogram

Informasi tentang pembelajaran yang terprogram dapat disajikan pada siswa melalui sebuah teks yang terprogram atau beberapa jenis mesin mengajar. Teks yang terprogram merupakan metode yang paling umum digunakan.

  1. Teks Terprogram

Teks ini tidak diberikan dengan menggunakan alat-alat tambahan dalam menyajikan informasi. Sebuah program linier mungkin berada pada sebuah format horizontal atau vertikal sedangkan format campuran digunakan dalam program cabang.

Dalam format horizontal sebuah program linier kerangka terdiri dari satu halaman sedangkan respon yang benar atas pertanyaan dalam kerangka itu berada pada halaman yang lain. Siswa mempelajari kerangka dengan membuat respon yang dibutuhkan dan kembali ke halaman pertama untuk mendapatkan respon yang benar, dan berkemungkinan juga berlaku pada kerangka selanjutnya.

Format vertikal digunakan, pada sebuah program linier, kerangka berada pada urutan akhir halaman. Rancangan ini mangharuskan siswa menyelesaikan seluruh materi kerangka dibacanya dengan sebuah tameng, jika jawaban benar dicetak disamping atau setelah kerangka dibaca. Rancangan ini tidak melibatkan pemutaran halaman secara konstan yang dibutuhkan adalah format horizontal yang memungkinkan peninjauan kembali kerangka sebelumnya.

Hal yang lebih khusus dari jenis dari teks terprogram adalah teks campuran yang digunakan untuk menyajikan program percabangan yang menggunakan berbagai pilihan pertanyaan. Kerangka dalam teks campuran, tidak disajikan dalam urutan tetapi dalam bentuk sebaran yang menyeluruh. Setiap siswa memulai dengan kerangka awal dan membuat responnya. Respon ini menentukan kerangka selanjutnya yang akan dipelajari. Jika respon benar yang diberikan oleh siswa maka siswa akan dipandu pada kerangka dengan informasi tambahan ataupun informasi yang baru. Ketika sebuah respon yang benar diberikan belum mampu diserap maka siswa akan dipandu untuk memperbaiki informasi.

Beberapa ahli pendidikan percaya bahwa dengan menggunakan teks terprogram, tanpa memandang format khusus yang dilibatkan maka akan memungkinkan untuk mengelabui siswa karena siswa dapat melihat dari depan jawaban yang benar tanpa membaca informasi yang disajikan atau respon untuk pertanyaan yang disikapi. Untuk mengantisipasinya siswa dimotivasi secukupnya untuk menggunakan teks dalam cara yang benar. Argument lain mengatakan bagaimanapun tidak akan menjadi masalah jika siswa memproses melalui program, sepanjang mereka mempelajari isi yang penting.

  1. Mesin Mengajar

Metode lain dari penyajian pembelajaran yang terprogram dan yang dapat membantu untuk memberdayakan keberatan atas teks terprogram adalah dengan menggunakan mesin mengajar. Sebuah mesin mengajar merupakan sebuah alat atau system yang mekanis, elektrik, atau elektronik dengan beberapa persyaratan yaitu : 1. Memungkinkan informasi untuk disajikan dalam urutan yang logis dan teratur, 2. Membutuhkan catatan untuk merespon siswa, 3. Menyajikan umpan balik dengan segera melalui pengidikasian respon yang benar. Mesin mengajar sesungguhnya bukan mengajar. Mengajar tergantung pada materi pembelajaran yang disajikan oleh mesin tersebut.

Ada beberapa jenis mesin mengajar yang sederhana yaitu menggunakan materi mimeograph sampai dengan komputer elektronik yang membutuhkan system program yang lengkap. Mesin mengajar biasanya disediakan untuk program linier dalam membangun respon. Inovasi terbaru mesin mengajar adalah mesin audio visual dan komputer. Mesin ini sudah sangat sukses dalam mempersiapkan para pendidik yang akan mengembangkan studi yang tergantung pada materi yang dipakai siswa.

Mesin mengajar terkompleks dan yang menggunakan kecepatan tinggi adalah komputer. CAI atau pembelajaran dengan bantuan komputer sangat berpotensi dalam meningkatkan ketersediaan program belajar yang tergantung pada siswa. Pada CAI siswa berinteraksi dengan sebuah system komputer yang berisi materi-materi yang telah terprogram. Ada tiga CAI atau bentuk pembelajaran dengan bantuan komputer yaitu : 1. Latihan praktek, 2. Perkuliahan, 3. Konvensional.

Bentuk latihan dan praktek dari CAI merupakan bentuk tercanggih dari sebuah program linier. Siswa mengerjakan kerangka sebuah program, jawaban atas pertanyaan tentang materi yang barusan dipelajari.

Jika siswa mengalami kesulitan dalam memberikan respon yang benar, maka komputer dapat menuntun siswa untuk memperbaiki jaringan. Setelah kesukaran terselesaikan maka siswa kembali pada program utama. Bentuk kedua adalah perkuliahan. Pada perkuliahan pengambilan keputusan dengan segera dibuat dengan beberapa pengurutan terprogram yang tersedia bagi siswa. Sebagai keputusan yang didasarkan pada jawaban siswa berikutnya dan capaian relative siswa untuk semua mata pelajaran.

Bentuk ketiga adalah konvensional, bentuk konvensional dibuat untuk siswa dalam memutuskan sendiri bahwa mereka membutuhkan peninjauan ulang ekstra atau praktek atau harapan untuk melangkahi beberapa materi. Hal ini memungkinkan siswa menanyakan pertanyaan dari komputer. Biasanya, komputer mengetahui perspektif putusan dan manyarankan keputusan dengan cepat, menjawab pertanyaan yang baik, dan menjawab pertanyaan yang buruk dalam bentuk pertanyaan lain. Karakteristik yang diharapkan dalam system konvensional yang dibuat dengan menggunakan komputer adalah untuk:

  1. Merespon sebagian dari porsi percakapan sebelumnya dan menjawabnya dengan segera.
  2. Menjawab dengan suatu hal yang relevan.
  3. Membuat keputusan walaupun untuk menunda kesediaan.
  4. Untuk memberikan jawaban berdasarkan kompleksitas komputer.
  5. Untuk terlibat dalam interaksi verbal dengan menggunakan bahasa sehari-hari seperti bahasa inggris.
  6. Untuk merespon dengan pertanyaan atau pernyataan setiap waktu.
  7. Untuk terlibat dalam interaksi nonverbal yang disertai dengan table-tabel, grafik, gambar dan suara.

System konvensional harus dipersiapkan sehingga siswa dapat menyelesaikan secara bebas, meliputi pembuatan nilai-nilai yang tak relevan. Tujuan guru CAI dalam pemberian tekanan adalah membantu siswa secara individual. Komputer melaksanakan peranan sebagai distributor atau informasi, kebebasan guru berinteraksi pada berbagai tingkaan personal dengan siswa.

 

  1. Keunggulan dan Kekurangan Pembelajaran yang Terprogram
  1. Keuntungan

Program dapat berjalan sendiri, sehingga memungkinkan bagi setiap siswa untuk terus maju melalui urutan kerangka yang sesuai dengan kecepatan siswa masing-masing.

Guru dibebaskan dari rutinitas dan penguasaan latihan tugas-tugas dalam aktifitas kreatif dan interpersonal guru dengan siswanya.

Program dapat digunakan untuk mengajarkan berbagai keterampilan.

Materi terprogram adalah sangat efisien sehingga hal yang bertele-tele harus dihilangkan, dan hanya informasi yang penting dalam mencapai tujuan yang diutamakan.

  • Informasi yang disajikan diatur dan diurutkan secara individual.
  • Program berdasarkan pada teori-teori yang dapat diterima oleh para pendidik dan para psikolog.
  • Penguasaan materi, siswa, suatu orientasi dan motivasi dapat mempelajari secara bebas baik dalam setting pendidikan formal maupun non formal.
  • Guru tunggal dapat memantau dan membantu siswa secara individual yang sedang mengerjakan berbagai program dalam beberapa waktu.
  • Belajar lebih berkualitas bagi semua siswa karena kemajuan secara individu terkontrol dengan baik.
  • Kesalahan rata-rata relative rendah karena sebahagian besar materi terprogram adalah sebuah alat motivasional yang berguna khususnya bagi siswa yang lambat.
  1. Kekurangan

Dalam pembelajaran terprogram sendiri juga mempunyai kelemahan atau kekurangan ,kekurangan tersebut antara lain:

  1. Materi dalam pembelajaran terprogram tidak dapat dipakai oleh guru apabila tidak dilatih atau fasilitas pendidikan atau fasilitas yang baik.
  2. Program tidak dapat memecahkan masalah pendidikan karena ruangan kelas yang terlalu padat dalam pembelajaran terprogram.
  3. Program tidak dapat digunakan dengan sukses dalam ruang kelas kalau masih ada gab antara guru dengan siswa.
  4. Pembelajaran yang efektif tidak dapat diberikan kecuali jika materi dipersiapkan dan diuji dengan baik.
  5. Beberapa orang siswa akan menjadi bosan setelah bekerja dengan materi terprogram selama jangka waktu yang relative lama.
  6. Masalah administrative seperti penjadwalan mungkin akan timbul ketika siswa menggunakan materi terprogram dan menyelesaikan pada waktu yang berbeda dari yang telah dijadwalkan dalam pelatihan pengurutan seperti sebuah pengaruh kelompok.
  7. Pendidik yang menggunakan materi terprogram dalam seting belajar harus dilatih dalam menggunakan materi dan dalam manajemen kelas.
  8. Pemilihan materi yang berkualitas yang akan sesuai dengan kurikulum adalah pekerjaan yang sukar.
  9. Biaya-biaya yang dilibatkan dalam memperoleh materi terprogram, penyiapan guru untuk menyiapkan materi dan untuk mengevaluasi materi.
  10. Jumlah program berkualitas yang disajikan sangat terbatas dalam beberapa wilayah dan isi yang meliputi wilayah program terbatas pada pendidikan kejuruan.

 

  1. Penggunaan Pembelajaran Terprogram

Pembelajaran terprogram seharusnya digunakan di dalam kelas sebagai metoda yang efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan belajar. Dalam menentukan metoda pembelajaran yang mana yang paling efektif, maka kita harus mempertimbangkan karakteristik siswa, sasaran dari pelajaran atau unit, materi pelajaran yang dibahas, waktu yang tersedia dan biaya yang dipertimbangkan dari berbagai jenis metode pembelajaran.

Hal ini bukanlah sebuah keputusan yang mudah. Ini dapat didemonstrasikan dalam pembelajaran yang terprogram yang dapat digunakan pada sebahagian besar materi pengajaran. Siswa juga dapat diajarkan informasi yang bersifat kognitif seperti defenisi begitu pula dengan keterampilan psikomotor seperti penggunaan berbagai alat-alat tukang. Bagaimanapun pembelajaran yang terprogram akan sangat efektif jika digunakan pengajaran materi kognitif.

Materi terprogram biasanya digunakan pada setting pendidikan formal seperti di dalam kelas dan di laboratorium atau dapat juga di dalam setting informal seperti di rumah siswa. Pada setting formal, pembelajaran terprogram dapat digunakan sebagai dasar metode belajar atau dapat juga digunakan dengan metode pembelajaran yang lain seperti diskusi dan demonstrasi. Penggunaan materi terprogram memungkinkan kita untuk mengganti pemberian salah satu materi dalam panduan, menganalisa hasil belajar dan perkuliahan siswa.

Siswa dalam setting formal biasanya mempunyai seorang guru yang bersedia untuk membantu siswa dalam meninjau ulang materi pelajaran yang telah selesai diajarkan atau mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Materi terprogram dapat menjadi “tutor” privat dalam meninjau ulang tujuan atau memperkenalkan mata pelajaran penting dalam sebuah materi. Materi terprogram ini juga digunakan dalam memperbaiki tugas-tugas bagi siswa yang membutuhkan bantuan ekstra atau untuk mengakselerasikan siswa yang berkualitas tinggi.

Disini dapat dilihat bahwa materi terprogram akan mungkin menjadi efektif jika :

  • Menyajikan sebuah unit pelajaran bagi siswa di dalam kelas.
  • Melengkapi pembelajaran siswa yang punya kesulitan atau untuk siswa akselerasi.
  • Menyajikan materi yang “ketinggalan” bagi siswa yang terlambat masuk atau yang absen.
  • Menyajikan sebuah pengertian penawaran “materi pelajaran tambahan” atau tugas untuk di rumah.
  • Memotivasi siswa khususnya dalam minat, kemampuan belajar melalui pemahaman ini.

 

  1. Pemilihan Materi Terprogram

Ketika kita memutuskan untuk memilih pembelajaran terprogram sebagai metode yang paling efektif dalam capaian tujuan khusus, maka materi yang akan digunakan tersebut harus dipilih terlebih dahulu. Materi terprogram tidak disediakan untuk seluruh wilayah materi pelajaran khusus. Untuk memilih materi pembelajaran yang sesuai, maka pertimbangkanlah factor-faktor berikut dengan seksama :

  1. Apakah materi dipersiapkan oleh personal yang mempunyai reputasi dan autoritatif?
  2. Apakah materi disajikan dalam hubungan kerja yang berkualitas?
  3. Apakah capaian tujuan secara khusus diperjelas?
  4. Apakah materi membahas hal yang didinginkan oleh wilayah isi?
  5. Apakah materi terbebas dari bias etnik, sek dan ras dan isi yang tak diinginkan lainnya.
  6. Apakah isi materi adalah informasi yang akurat dan terbaru?
  7. Apakah materi memberikan sejumlah waktu yang memadai untuk penyelesaian?
  8. Apakah materi terlihat efektif dalam sebuah pengujian bidang yang valid?
  9. Apakah materi berharga memiliki biaya dalam nilai-nilai belajar?
  10. Apakah materi yang cocok untuk tingkatan kemampuan siswa?
  11. Apakah isi mencerminkan kebutuhan dan kemampuan siswa?
  12. Apakah materi sesuai dengan penggunaan fasilitas labratorium dan kelas yang tersedia?
  13. Apakah materi memberikan aktivitas belajar yang sesuai dengan tujuan pelajaran dan unit?
  14. Apakah isi materi disertai dengan contoh-contoh dan ilustrasi?

Sesuatu yang sangat penting adalah mengevaluasi faktor-faktor diatas karena ketersediaan materi semata bukankah menjadi jaminan terciptanya kualitasnya pelajaran yang baik. Materi terprogram yang baik tidak hanya memungkinkan keterlibatan siswa dalam kemajuan rata-rata mereka teapi juga memberikan peluang bagi siswa yang lebih mampu untuk membantu teman.

Setelah pemilihan materi terprogram yang berkualitas, maka selanjutnya kita harus cerdas melengkapi isi materi. Anda harus melakukan persiapan untuk merespon komentar atau jawaban siswa yang terfokus pada isi, untuk memandu siswa dalam penggunaan materi yang baik dan membuat ketersediaan materi dan peralatan yang ada.

 

  1. Penggunaan Materi Terprogram

Ketika materi dipilih dan kita telah kenal dengan isinya maka kita harus bersiap-siap untuk menggunakannya dalam setting belajar. Langkah pertama adalah mengatur setting fisik pada awalnya yang dibutuhkan dalam aktivitas belajar. Seluruh materi dan peralatan yang dibutuhkan dalam aktivitas belajar haruslah dirancang terlebih dahulu. Peralatan harus di set terlebih dahulu sesuai dengan rekomendasi yang disarankan oleh pabrik.

Setelah lingkungan dipersiapkan, maka kita harus menjelaskan penggunaan materi terprogram ini pada siswa kita. Bagian dari penjelasan ini, adalah perbedaan antara materi belajar konvensional atau teks book dan materi terprogram yang harus didiskusikan. Caranya adalah setelah materi terprogram diperoleh dan ditinjau ulang untuk merespon pelajaran melalui demonstrasi diberikan, khususnya jika mesin mengajar juga dilibatkan. Sebagai tambahan, penggunaan pendahuluan, peninjauan ulang, ringkasan, uji-diri, dan komponen serta kelengkapan program lainnya harus juga dijelaskan.

Siswa harus mengetahui bahwa belajar materi terprogram, sangat berbeda dengan aktivitas belajar kelompok biasa di dalam kelas. Mereka harus memahami bahwa memahami bahwa mereka akan bekerja dengan materi secara sendiri-sendiri bukan dalam interaksi kelompok. Jika teks terprogram digunakan, maka siswa harus diberikan informasi tentang jawaban yang benar yang dihasilkan.

 

 

 

 


 

BAB III

KESIMPULAN

 

Pembelajaran Terpogram adalah program pengembangan guru yang dirancang dengan tema-tema berkaitan dengan jenis pendekatan, membantu siswa memahami informasi dan mengaplikasikannya. Pembelajaran terprogram merupakan pengembangan dari pembelajaran dengan metode berbasis komputer di mana pembelajarn terprogram ini merupakan metode pengembangan teknologi berbasis IT.

Pembelajaran terprogram ini merupakan metode yang memerlukan kesiapan dari perangkat keras maupun perangkat lunaknya ,maka dari itu pendidikan terprogram memerlukan kesiapan khusus dalam aplikasinya.pendidikan terprogram sendiri di rancang untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam pembelajaran. Hal ini di mungkinkan karena proses dalam pembelajaran terprogram menuntut keaktifan siswa dalam menggunakan media ,dengan adanya tuntutan yang demikian maka siswa di tuntut untuk memahami lebih dulu perangkat-perangkat yang di gunakan sebelum menggunakan metode ini. Pembelajaran terprogram sendiri merupakan bagian dari pembelajran individual akan tetapi dengan program yang sudah di berikan oleh guru ataupun pendidik yang memberikan materi tersebut. Jadi pada dasarnya pembelajaran terprogram inipun merupakan pengembangan dalam Teknonolgi Pendidikan.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdulhal, Ishak (2006), “Rancang Bangun Konsep Teknologi Pendidikan”,Bandung: Program Studi Pengembangan Kurikulum Sekolah Pasca Sarjana UPI

Azhar,Arsyad.1997.  Media Pembelajaran; Jakarta .Raja Grafindo Persada

 

http://educationdbase.com/a-ve.html/Teknologi Pelajaran - Garis Besar”. Januszewski, Alan (2001), “Educational Technology- the development of a concept”,Colorado: Libraries Unlimited. Inc.

 Kadir. Abdul dan Terra Ch. Triwahyuni (2003), “Pengenalan Teknologi informasi”. Yogakarta: Penerbit Andi

Miarso. Yusufhadi (2004), “Menyemai Benih Teknoiogi Pendidikan”, Jakarta:
Prenada Media-Pustekkom Diknas.

 

Mc Quail, Denis (1996) “Mass Cummunication Theory”, (Edisi Indonesia: Teori
Komunikasi Massa Suatu Pengantar). Jakarta: Penerbit Erlangga

Prawiradilaga, Dewi Salma dan Elvin Siregar (2004), “Mozaik Teknologi Pendidikan”, Jakarta: Prenada Media-UNJ

Sanjaya,Wina. 2009. Kurikulum Pembelajaran; Jakarta.Media Prenada Grup

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2004), “Landasan Psikologi Proses Pendidikan”. Bandung: PT Remaja Rosdakara

Zais, Robert (1 976). “Curriculum Prinsiples dan Foundations”. London: Harper and Row Publishers

 

Back

Search site

© 2011 All rights reserved.